Via Vallen Tembus 200 Juta Hits

Share :
159 views

Via Vallen kembali jadi pusat perhatian dan trending di media sosial. Sepanjang pekan terakhir di bulan April hingga awal Mei, dari pengamatan saya setidaknya ada empat program special televisi nasional yang melibatkannya sebagai pengisi acara maupun penampil utama. Semua penampilannya di keempat program tersebut lagi-lagi sukses menarik perhatian penikmat musik dan pemirsa TV serta makin mengukuhkannya sebagai pedangdut paling populer dan berpengaruh saat ini.

Pertama pada program"Result and Reunion Show Indonesian Idol 2018" (23/4/2018) ketika ia berduet dengan Kevin Idol menyanyikan lagu "Sayang."Penampilan Via Vallen yang notabene penyanyi dangdut koplo di final pencarian bakat beraroma pop tersebut mampu mencuri perhatian. Terbukti video duetnya dengan Kevin berhasil masuk 10 besar trending YouTube sehari setelahnya. Hingga artikel ini ditulis, video yang diunggah tanggal 23 April 2018 itu sudah mengumpulkan 1,6 juta viewers dengan 23ribu like dan 665 dislike.

Berikutnya saat Via Vallen kembali sukses meraih penghargaan Penyanyi Dangdut Paling Ngetop di ajang SCTV Music Awards 2018 (27/4/2018). Via Vallen menyisihkan pedangdut popuer lainnya seperti Ayu Ting Ting, Inul Daratista, Zakia Gotik dan Lesti. Diraihnya penghargaan ini mengulang pencapaiannya pada ajang yang sama tahun lalu sebagai Penyanyi Dangdut Paling Ngetop Tahun 2017.

Hanya berselang dua hari, Via Vallen tampil membawakan "Sayang" di Indonesian Choice Awards 5.0 NET. (ICA 5.0) di NET TV (29/4/2018) berduet dengan Boy William yang nge-rap di lagu tersebut. Begitu istimewanya penampian Via Vallen di ICA 5.0 akan dibahas khusus pada bagian berikutnya.

Di awal Mei 2018, Via tampil pada program special bertajuk "Via Vallen, Dangdut Never Dies" yang disiarkan langsung oleh Trans 7 dari Balai Sarbini Jakarta. Malam itu, panggung pertunjukan benar-benar jadi milik Via Vallen dengan dukungan penampilan artis lainnya seperti Anji, Thomas Djorghi, Danang, Evi Masamba dan pedangdut belia potensial Tasya Rosmala. Tak ketinggalan penampilan band ibukota seperti Dadali dan Asbak Band.

Bagi saya pribadi, dan mungkin penikmat musik serta pemirsa TV yang lain, penampilan Via Vallen di ajang ICA 5.0 sangat memukau dan menarik untuk dibahas. Via membawakan single andalan "Sayang" dengan aransemen yang berbeda dari biasanya, dengan penampilan diluar dugaan.

Ya, diluar dugaan, tak seperti yang diperkirakan oleh banyak netizen. NET TV mampu menjawab keraguan netizen yang mempertanyakan keseriusan mereka menampilkan penyanyi dangdut di ajang bergengsi sekelas ICA 5.0. Via Vallen akhirnya sukses menjungkirbalikkan komentar nyinyir sebagian warganet yang meragukan kapasitasnya sebagai pedangdut yang mereka nilai tak layak tampil di panggung semegah ICA 5.0.

Istimewa, elegan dan berkelas mungkin kalimat yang tepat untuk menilai kemasan baru "Sayang" yang dibawakan Via Vallen bersama Boy William itu. Aransemen garapan Ronald Steven tersebut menyajikan "Sayang" dengan nuansa modern dan classy tanpa harus menghilangkan identitas musik dangdut.

Tampilan Via Vallen juga diluar kebiasaan artis dangdut pada umumnya. Bukan baju seksi atau gaun panjang dengan dandanan rambut yang ribet, Via justru tampil mengenakan setelan jas dengan paduan sepatu kets putih. Rambut panjangnya dibiarkan terurai indah. Simple tapi elegan dan berkelas! 

Di bagian intro, bunyi tiupan suling dan pukulan kendang khas dangdut terdengar dominan. Begitu suara Via masuk, terdengar jelas kekhasan vokalnya yang kemudian disambut histeria penonton yang langsung ikut bergoyang dan menyanyi bersama.

Saat Via mulai menyanyi "Sayang..." spontan seisi Sentul International Convention Center langsung kompak melanjutkan bernyanyi "...nganti memutih rambutku, ra bakal luntur trisnoku," sambil bergoyang sepanjang lagu. Seperti biasa, meski Via tak terlalu atraktif dalam bergoyang namun gerakannya tubuhnya senada dengan alunan musik. Langkah kakinya yang khas seirama dengan bunyi kendang membuat gerakan tubuhnya selaras dengan ritme lagu.

Penonton dari kalangan selebritis dan tamu undangan lainnya dipaksa ikut bergoyang sambil bernyanyi. Malam itu semuanya jadi mendadak dangdut dengan keasyikan goyangannya masing-masing. Bahkan Chelsea Islan dan Mario Lawalata Nampak jelas tersorot kamera ikut bergoyang sambil berdendang. Duo presenter heboh Vincent dan Desta bahkan sampai melepas dan memutar-mutar jas mereka di udara saking bersemangatnya goyang.

Malam itu Via Vallen benar-benar sukses menjadi pusat perhatian di ajang ICA 5.0. Berbanding terbalik dengan prediksi hingga nyinyiran sebagian netizen saat NET TV pertama kali mengumumkan Via Vallen sebagai salah satu bintang tamu ICA 5.0. Seminggu sebelumnya NET TV ramai dikritik, diprotes bahkan dikecam atas keputusannya mengundang Via Vallen. Pertanyaan yang banyak muncul ketika itu, mengapa harus Via Vallen? Dan mengapa harus dangdut?

Via Vallen dan NET TV sukses membungkam berbagai nyinyiran dengan bukti suguhan pertunjukan dangdut berkualitas. Ya, penampilan Via Vallen malam itu semakin mengangkat pamor musik dangdut jadi semakin berkelas. Entah apa komentar mereka yang awalnya meremehkan rencana penampilan Via Vallen di ajang bergengsi tersebut.

Malam itu Via Vallen benar-benar jadi bintang tamu yang paling ditunggu penampilannya. Terbukti nama Via Vallen langsung menempati posisi kedua trending topic Twitter, dibawah hashtag #IndonesianChoiceAwards." Malam itu bintang tamu dari luar negeri seperti Craig David dan Hailee Steinfeld harus mengakui kedigdayaan Via Vallen dengan dukungan penggemar setianya, Vyanisty.

Komentar netizen yang baru saja menyaksikan penampilan Via Vallendan Boy William membanjiri media social seperti Twitter dan Instagram. Umumnya memberikan komentar positif berupa pujian dan apresiasi atas penampilan memukau Via Vallen serta NET TV yang dinilai mampu memberikan sajian musik dangdut berkualitas.

Menyimak penampilan Via Vallen di ICA 5.0 mengingatkan saya pada aksi panggung Michael Jackson di ajang MTV Video Music Awards (MTV VMA) 1995. Puluhan backdancers dengan setelan jas dan hitam berdasi hitam yang kompak menari disekitar Via Vallen, mengingatkan saya pada koreografi ikonik Michael Jackson dan para penari latar saat membawakan medley beberapa lagu hitsnya. Pertunjukan sepanjang 15 menit di pembuka MTV VMA 1995 itu kemudian dinobatkan sebagai salah satu penampilan terbaik sepanjang sejarah MTV VMA.

Dance massal dengan puluhan penari latar yang menari kompak itu kemudian menjadi trade mark Michael Jacskon dan suguhan wajib di setiap pertunjukannya. Gaya menyanyi dengan iringan puluhan penari latar ini kemudian diikuti oleh performer generasi berikutnya. Mungkin koreografi Via Vallen malam itu sedikit banyak, langsung atau tidak, juga terinspirasi Michael jackson, mungkin. 

Selain koreografi, ada satu hal yang bisa menyamakan Via Vallen dan Michael Jackson. Keduanya sama-sama menjadi pioner sekaligus pendobrak tradisi. Michael Jackson adalah artis kulit hitam pertama yang sukses mendobrak tradisi stasiun televisi MTV yang sebelumnya hanya menayangkan video klip artis kulit putih. Tahun 1983, Michael Jackson menjadi artis kulit hitam pertama yang mampu menembus dominasi artis kulit putih di MTV dengan penayangan video klip Billie Jean.

Sementara Via Vallen adalah penyanyi dangdut pertama dalam sejarah yang tampil di ajang bergengsi Indonesian Choice Awards yang sudah memasuki tahun kelima digelar oleh NET TV. Dari gelaran pertama hingga keempat, belum ada penyanyi dangdut yang tampil sebagai bintang tamu di panggung ICA. Tiap tahunnya ICA selalu menyajikan suguhan hiburan  berkelas dari artis papan atas dalam negeri maupun mancanegara. Dan tahun ini, Via Vallen sanggup mengubah paradigma tersebut.

Tak berhenti hanya di malam ICA, penampilan Via Vallen masih terus menjadi bahan perbincangan dan semakin viral. Hanya beberapa jam berselang, video Via Vallen berduet dengan Boy William di ajang ICA sudah bermunculan di YouTube. Meskipun masih versi potongan siaran langsungdi TV dan bukan diupload oleh channel YouTube resmi NET TV, beberapa video klip tersebut justru sempat menembus lima besar trending. 

Beruntung video tak resmi itu segera lenyap dari peredaran, tergantikan oleh video resmi yang dipublikasikan oleh chanel YouTube Netmediatama tanggal 30 April 2018. Hanya butuh beberapa jam, video klip bertajuk "Via Vallen - Sayang - Indonesian Choice Awards 5.0 NET" itu langsung menempati posisi 7 trending YouTube. Sehari kemudian video klip tersebut berhasil menduduki posisi pertama video trending di YouTube Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, video ini juga berhasil menembus trending video di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Taiwan. Saat artikel ini dipublikasikan di Kompasiana, video bedurasi 5 menit 49 detik itu masih bertahan diposisi puncak trending dengan 6 juta viewers.

Tak hanya melebihi jumlah viewers Craig David dan Hailee Steinfeld yang tampil sepanggung malam itu, pencapaian Via Vallen dengan kemasan special NET TV ini selain mencetak sejarah juga bisa dibilang memecahkan rekor, melebihi pencapaian viewers Agnez Mo dan Jessie J yang juga pernah tampil di panggung megah ICA NET TV. Video Jessie J pada opening NET 3.0 tahun 2016 saat membawakan hits "Bang Bang" berhasil mengumpulkan 3,5 juta viewers. Sementara Video Agnez Mo yang tampildi NET 2.0 tahun 2015 membawakan single yang katanya hits "Coke Bottle" ditonton sebanyak 2,9 juta kali. 

Tampilnya Via Vallen di empat stasiun TV berbeda dalam sepekan itu semakin membuktikan kapasitas dan profesioalismenya sebagai penyanyi dangdut paling popular dan berpengaruh saat ini. Jika dulu Via Vallen tampil di stasiun TV yang itu-itu saja, kini hamper semua stasiun TV berlomba-lomba menjadikannya bintang tamu. Bahkan NET TV untuk pertama kali dalam sejarah dibuat mendadak dangdut gara-gara Via Vallen.

Kemampuan Via Vallen menguasai panggung dan membawa suasana tak perlu diragukan lagi. Pengalamannya bertahun-tahun manggung pada berbagai event dari kota hingga pelosok kampung, dari event besar hingga hajatan pernikahan menjadi modal untuknya hingga bisa tampil percaya diri. Nyaris tak ada kesan nervous di wajahnya saat ia harus tampil di pertunjukan spektakuler macam Result Show Indonesian Idol dan ICA 5.0.

Dengan karakter vokal yang khas, serak-serak menghanyutkan jika boleh dibilang demikian, suaranya jadi mudah dikenali dan gampang diingat. Jangkauan vokalnya luas tak terbatas di genre dangdut tapi juga bisa pas di musik pop, rock, Jazz dan R&B. Disamping karakter vokalnya yang khas, salah satu kelebihan Via Vallen adalah kepiawaiannya mengenakkan lagu. Memang banyak penyanyi bersuara merdu, tapi hanya segelintir yang bisa mengenakkan lagu. 

Saat harus tampil di program non dangdutpun ia masih sanggup perform dengan baik. Demikian pula ketika dipasangkan dengan penyanyi dari genre apapun, Via masih bisa mengimbangi. Itulah mengapa stasiun TV jadi lebih leluasa menentukan program siarnya yang akan menghadirkan Via Vallen menjadi bintang tamu.

Disamping semua faktor tersebut, ada satu hal penting yang menjadi sumber kekuatan Via Vallen, yaitu Vyanisty, sebutan untuk penggemar setianya. Tak dapat dipungkiri, dukungan jutaan penggemar ikut mengantarkan Via Vallen ke puncak popularitas seperti sekarang. Kekuatan fanbase ini pula yang menjadi pertimbangan stasiun TV, setidaknya segmen penonton mereka menjadi bertambah dan semakin luas.

Khusus penampilannya di ICA 5.0., NET TV sukses menampilkan Via Vallen dalam format berbeda dari biasanya. Kemasan ala NET membuat segala kelebihan dan keistimewan yang dimiliki Via Vallen bisa terekspos maksimal, tak berlebihan tapi elegan. Bos NET TV, Wishnutama yang berpengalaman menggarap program TV berkualitas sukses mengarahkan krunya untuk memberikan treatmen modern dan berkelas ala NET.

Dari Boy William yang nge-rap "Flyin Money," aransemen keren Ronald Steven, pukulan kendang Bang Juned Takdut yang berpadu dengan koreografi yang dibawakan secara kompak oleh Onframe Dancers membuat penampilan Via Vallen semakin luar biasa!

Perpaduan kualitas dan popularitas Via Vallen dengan konsep visioner NET. TV mencatatkan sejarah baru untuk kemasan pertunjukan musik tanah air, terutama musik dangdut. Keduanya mencetuskan terjadinya perubahan paradigma dangdut dari yang katanya "norak" dan kampungan menjadi hiburan berkualitas yang disukai semua kalangan. Dan sepertinya ujaran kompak "hak'e hak'e" dan "OAOE" akan semakin sering terdengar di berbagai pertunjukan musik.